Abstrak merupakan bagian penting dalam sebuah jurnal ilmiah karena berfungsi sebagai ringkasan dari keseluruhan tulisan yang akan disajikan. Abstrak harus mampu memberikan gambaran secara singkat namun jelas mengenai tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan yang diambil. Dengan demikian, pembaca dapat dengan mudah memahami inti dari jurnal tersebut tanpa perlu membaca keseluruhan tulisan.
Terdapat dua jenis abstrak yang biasa digunakan dalam penulisan ilmiah, yaitu abstrak informatif dan abstrak deskriptif. Abstrak informatif berisi ringkasan dari seluruh bagian jurnal, sedangkan abstrak deskriptif hanya memberikan gambaran umum mengenai isi jurnal tanpa menyebutkan detail-detailnya.
Sebagai contoh, sebuah abstrak jurnal ilmiah tentang pengaruh pola makan terhadap kesehatan dapat berisi informasi mengenai tujuan penelitian (misalnya untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan risiko penyakit), metode yang digunakan (seperti studi observasional atau uji klinis), hasil yang diperoleh (apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan risiko penyakit), dan kesimpulan yang diambil (misalnya perlunya edukasi mengenai pola makan sehat untuk mencegah penyakit).
Beberapa contoh abstrak jurnal ilmiah yang baik dan sesuai standar dapat ditemukan di berbagai situs jurnal ilmiah terpercaya seperti PubMed, ScienceDirect, atau Google Scholar. Dengan memperhatikan contoh-contoh tersebut, penulis dapat belajar bagaimana menyusun abstrak yang efektif dan informatif.
Dalam penulisan ilmiah, abstrak merupakan bagian yang tak kalah pentingnya dengan bagian lainnya seperti pendahuluan, metode, hasil, dan diskusi. Oleh karena itu, penulis perlu memberikan perhatian khusus dalam menyusun abstrak agar dapat memberikan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai penelitian yang dilakukan. Dengan demikian, pembaca akan lebih tertarik dan mudah memahami isi jurnal tersebut.